• iconmtsn15jombang@kemenang.go.id

icon Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras

Adinda Nur Aisyah Ukir Dua Prestasi di PORKAB Shorinji Kempo Kabupaten Jombang

Adinda Nur Aisyah Ukir Dua Prestasi di PORKAB Shorinji Kempo Kabupaten Jombang

Adinda Nur Aisyah Ukir Dua Prestasi di PORKAB Shorinji Kempo Kabupaten Jombang

Dua kali turun bertanding, dua kali pula Adinda Nur Aisyah pulang membawa medali. Siswa kelas 7C MTsN 15 Jombang itu meraih Juara 2 Embu Ganda Putri Kyu 4 dan Juara 3 Randori kelas 60 kilogram dalam ajang PORKAB Shorinji Kempo Kabupaten Jombang 2026.

 

Kompetisi tersebut berlangsung di GOR Merdeka Jombang, 18–19 September 2026. Di tengah persaingan para atlet dari berbagai daerah di Kabupaten Jombang, Adinda tampil dalam dua nomor yang menuntut kemampuan berbeda. Embu menguji ketepatan teknik, kekompakan, dan penguasaan rangkaian gerakan, sementara Randori menguji keberanian, kecepatan membaca gerak lawan, serta kemampuan bertahan dan menyerang dalam pertandingan.

 

Hasil Juara 2 pada nomor Embu Ganda Putri Kyu 4 menjadi salah satu catatan penting dalam penampilan Adinda. Bersama pasangannya, ia harus menjaga keselarasan setiap gerakan agar rangkaian teknik dapat ditampilkan secara tepat. Kesalahan kecil dalam koordinasi dapat memengaruhi penilaian, sehingga konsentrasi menjadi bagian penting selama pertandingan.

 

Tidak berhenti di satu nomor, Adinda kembali turun di kelas Randori 60 kilogram. Pertandingan berlangsung dengan karakter yang berbeda. Ia berhadapan langsung dengan lawan dan harus mengambil keputusan dalam waktu singkat. Dari nomor tersebut, Adinda berhasil mengamankan posisi Juara 3.

 

Dua medali yang diraih dalam satu ajang memperlihatkan bahwa kemampuan seorang atlet tidak hanya dibangun dari keberanian bertanding. Ada latihan yang berulang, disiplin mengikuti arahan pelatih, kesiapan menjaga kondisi fisik, serta kemauan untuk tetap tenang ketika berada di arena.

 

Bagi MTsN 15 Jombang, capaian tersebut menjadi tambahan prestasi siswa di bidang nonakademik. Sekolah tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga tempat tumbuhnya berbagai bakat dan minat, termasuk olahraga bela diri.

 

Adinda sendiri masih berada di jenjang awal sebagai siswa MTs. Dua medali dari PORKAB 2026 dapat menjadi pengalaman penting untuk membangun jam terbang. Ia belajar bahwa arena pertandingan tidak selalu berbicara tentang hasil akhir. Setiap pertandingan membawa pengalaman baru tentang disiplin, keberanian, sportivitas, dan kemampuan mengevaluasi diri.

 

Prestasi di GOR Merdeka itu akhirnya menjadi dua catatan sekaligus bagi Adinda: Juara 2 Embu Ganda Putri Kyu 4 dan Juara 3 Randori kelas 60 kilogram. Dua medali tersebut bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk kembali berlatih dan menatap pertandingan berikutnya dengan pengalaman yang lebih matang. (Anik Zahra)