• iconmtsn15jombang@kemenang.go.id

icon Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras

Guru MTsN 15 Jombang Raih Penghargaan Guru Terbaik Program CPD British Council

Guru MTsN 15 Jombang Raih Penghargaan Guru Terbaik Program CPD British Council

Guru MTsN 15 Jombang Raih Penghargaan Guru Terbaik Program CPD British Council

Prestasi kadang datang tanpa suara yang riuh. Ia tumbuh dari proses yang sunyi—dari kelas ke kelas, dari lembar rencana mengajar, dari upaya yang diulang tanpa lelah. Itulah jejak yang mengantar Ni’matuz Zahroh, guru Bahasa Inggris MTsN 15 Jombang, hingga berdiri di panggung nasional sebagai salah satu Guru Terbaik dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Continuing Professional Development/CPD) hasil kolaborasi Kementerian Agama RI dan British Council.

 

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penutupan program CPD di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. Dalam forum yang juga dihadiri Menteri Agama RI, perwakilan pemerintah Inggris, serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia itu, nama Ni’matuz Zahroh disebut bersama tiga guru lain dari berbagai daerah di Indonesia. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan secara personal, tetapi juga membawa nama MTsN 15 Jombang ke ruang yang lebih luas.

 

Program CPD sendiri diikuti oleh 720 guru Bahasa Inggris madrasah dari seluruh Indonesia. Selama delapan minggu—dari awal Desember 2025 hingga awal Februari 2026—para peserta menjalani proses pembelajaran intensif yang tidak ringan. Mereka tidak hanya mengasah kemampuan bahasa, tetapi juga ditantang untuk memperbarui pendekatan mengajar, memperkaya strategi pembelajaran, dan menyesuaikan diri dengan dinamika pendidikan global.

 

Di tengah proses itulah, Ni’matuz Zahroh menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai pembelajar yang tekun. Rekam jejaknya selama mengikuti program menunjukkan konsistensi, kedisiplinan, serta keterbukaan terhadap hal-hal baru. Ia tidak hanya menyelesaikan setiap tahap, tetapi juga memaknai setiap proses sebagai bagian dari tanggung jawab profesionalnya sebagai guru.

 

Penghargaan yang diterima menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi tersebut. British Council Indonesia menyampaikan apresiasi atas semangat, kerja keras, dan komitmen para peserta, khususnya para guru yang dinilai mampu menunjukkan performa terbaik selama program berlangsung. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Britania Raya, Menteri Agama Republik Indonesia, perwakilan British Council, serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia—sebuah momen yang menegaskan bahwa upaya seorang guru dapat menjangkau panggung yang lebih luas.

 

 

Bagi MTsN 15 Jombang, capaian ini menjadi kabar yang tidak sekadar menggembirakan, tetapi juga menguatkan. Di tengah berbagai tantangan pendidikan, kehadiran guru yang terus belajar menjadi kunci utama. Ni’matuz Zahroh menjadi contoh bahwa profesionalitas guru tidak berhenti pada rutinitas mengajar, tetapi terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

 

Yang menarik, prestasi ini tidak lahir dari ruang yang instan. Ia berangkat dari keseharian yang sederhana—mengajar, membimbing, mengevaluasi, lalu memperbaiki. Dari situ, perlahan terbentuk kualitas yang pada akhirnya teruji dalam forum nasional. Apa yang tampak sebagai “prestasi besar” sesungguhnya adalah akumulasi dari langkah-langkah kecil yang dijaga konsisten.

 

Lebih dari itu, penghargaan ini membawa pesan yang lebih luas bagi dunia madrasah. Bahwa guru madrasah memiliki kapasitas untuk bersaing, berkembang, dan diakui dalam skala nasional bahkan internasional. Bahwa ruang kelas di daerah tidak membatasi kualitas, selama ada kemauan untuk terus belajar.

 

Bagi Ni’matuz Zahroh sendiri, capaian ini bukanlah garis akhir. Ia justru menjadi titik tolak untuk melangkah lebih jauh—membawa pengalaman dari program CPD kembali ke ruang kelas, membagikannya kepada siswa, dan mungkin juga kepada sesama guru.

 

Dari Jombang, satu nama kini tercatat dalam daftar guru terbaik nasional. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan, bukan hanya karena penghargaan yang diraih, tetapi karena proses panjang yang menyertainya. Pada akhirnya, dari seorang guru, perubahan itu selalu dimulai. (AZ)