Share this link via
Or copy link
Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras
Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) MTsN 15 Jombang tahun 2026 menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Sejumlah siswa berhasil mencatat nilai tinggi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, sekaligus memperlihatkan konsistensi pembinaan akademik di lingkungan madrasah.
Dari data hasil TKA yang dirilis madrasah, nama Muhammad Haidar Zulfahmi menjadi salah satu siswa dengan capaian paling menonjol. Siswa tersebut tidak hanya menempati posisi pertama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan nilai 96,67, tetapi juga meraih nilai tertinggi mata pelajaran Matematika dengan skor 73,33. Dominasi Haidar tidak berhenti di situ. Berdasarkan analisis nilai rata-rata keseluruhan, ia kembali berada di posisi teratas dengan rerata nilai 85,00. Capaian tersebut menjadikannya sebagai siswa dengan performa akademik paling stabil dalam pelaksanaan TKA tahun ini.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, posisi kedua diraih A. Karang Astaghina Arrifqi dengan nilai 93,33, disusul Dewi Nawang Wulan di posisi ketiga dengan nilai 90,00. Ketiganya menunjukkan capaian yang cukup kuat, terutama dalam aspek literasi dan kemampuan memahami teks. Sementara itu, untuk mata pelajaran Matematika, posisi kedua ditempati Imanul Finsyah Pratama dengan nilai 70,00. Nilai serupa juga diperoleh Aditiya Putra Cahyana, yang menempati posisi ketiga. Nama Aditiya kembali muncul dalam analisis rata-rata keseluruhan. Ia berada di urutan ketiga dengan nilai rata-rata 76,67, sedangkan posisi kedua ditempati Uzumaki Akmal Syarif Husen dengan rata-rata 78,34.

Jika melihat distribusi kategori nilai, capaian siswa MTsN 15 Jombang menunjukkan kecenderungan yang cukup baik, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam laporan tersebut tercatat satu siswa berhasil mencapai kategori istimewa. Selain itu, sebanyak 42 siswa masuk kategori baik, sedangkan 83 siswa berada pada kategori memadai. Capaian pada mata pelajaran Matematika juga menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 21 siswa berhasil masuk kategori baik, sementara 93 siswa berada pada kategori memadai. Meski demikian, data juga menunjukkan masih adanya siswa yang berada pada kategori kurang, yang menjadi catatan penting untuk evaluasi pembelajaran berikutnya.
Kepala MTsN 15 Jombang, Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd.I, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras siswa dan pendampingan guru berjalan seiring.
“Kami bersyukur dan bangga atas hasil yang diraih anak-anak. Ini bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang proses belajar, kedisiplinan, dan semangat mereka untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat siswa cepat puas. Prestasi, menurutnya, harus dijadikan pijakan untuk terus belajar lebih baik lagi.
“Anak-anak harus tetap rendah hati dan terus meningkatkan kemampuan diri. Yang nilainya sudah baik agar dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan yang masih kurang jangan berkecil hati. Setiap anak punya kesempatan untuk berkembang jika terus mau belajar,” tambahnya.
Secara umum, hasil TKA tahun ini tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang proses panjang yang menyertainya. Di balik nilai yang tercantum, ada jam belajar yang tidak sedikit, latihan yang diulang berkali-kali, serta pendampingan guru yang berlangsung konsisten selama proses pembelajaran.
Madrasah menilai hasil tersebut sebagai bahan refleksi sekaligus motivasi untuk terus memperkuat budaya belajar siswa. Capaian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi sinyal positif bahwa kemampuan literasi siswa mulai berkembang dengan baik. Sementara hasil Matematika menunjukkan perlunya penguatan lebih lanjut agar kemampuan numerasi siswa semakin merata.
Keberhasilan sejumlah siswa menembus nilai tertinggi juga diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi siswa lain. Sebab dalam proses pendidikan, capaian akademik tidak lahir secara instan. Ia bertumbuh dari kebiasaan belajar yang dijaga terus-menerus, kedisiplinan, dan ketekunan menghadapi proses.
“Hasil hari ini adalah buah dari doa, usaha, dan kesabaran yang tidak pernah berhenti diperjuangkan.”
Kalimat tersebut menjadi penutup yang paling tepat untuk membaca hasil TKA tahun ini. Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal siapa yang mendapat nilai tertinggi, tetapi tentang bagaimana setiap siswa terus bergerak menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Dari ruang kelas MTsN 15 Jombang, proses itu masih terus berjalan. (Anik Zahra)
.jpeg)