• iconmtsn15jombang@kemenang.go.id

icon Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras

MTsN 15 Jombang Deklarasikan Adiwiyata, Lima Pokja Tegaskan Komitmen Sekolah Ramah Lingkungan

MTsN 15 Jombang Deklarasikan Adiwiyata, Lima Pokja Tegaskan Komitmen Sekolah Ramah Lingkungan

MTsN 15 Jombang Deklarasikan Adiwiyata, Lima Pokja Tegaskan Komitmen Sekolah Ramah Lingkungan

Komitmen MTsN 15 Jombang menuju sekolah berbudaya lingkungan kembali ditegaskan melalui Deklarasi Adiwiyata yang digelar bersama seluruh kader Kelompok Kerja (Pokja) Adiwiyata beserta para pembinanya. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penguatan menjelang penilaian Adiwiyata Nasional yang tengah dipersiapkan madrasah.

 

Deklarasi berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh seluruh unsur kader Adiwiyata yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai program lingkungan di madrasah. Tidak sekadar seremonial, kegiatan ini menjadi ruang penegasan komitmen bersama untuk menjaga dan merawat lingkungan madrasah secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, masing-masing Pokja tampil menyampaikan yel-yel sebagai bentuk penguatan semangat dan identitas gerakan. Suasana menjadi hidup ketika satu per satu kelompok menyuarakan komitmen mereka dengan lantang dan serempak.

 

Terdapat lima Pokja utama yang menjadi pilar gerakan Adiwiyata MTsN 15 Jombang. Pertama, Pokja Kebersihan dan Sanitasi, yang berfokus pada upaya menjaga kebersihan lingkungan madrasah, termasuk kelas, kamar mandi, dan area publik sekolah. Kedua, Pokja Pengelolaan Sampah, yang bertugas menggerakkan kesadaran siswa dalam memilah sampah, mengurangi sampah plastik, serta mengoptimalkan pengelolaan limbah agar lebih ramah lingkungan. Ketiga, Pokja Keanekaragaman Hayati, yang mengelola penghijauan dan pelestarian tanaman di lingkungan madrasah. Pokja ini menjadi ujung tombak dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekolah melalui penanaman dan perawatan tanaman secara berkelanjutan.

 

Keempat, Pokja Penghematan dan Konservasi Air, yang menekankan pentingnya penggunaan air secara bijak, termasuk mengurangi pemborosan dan memastikan fasilitas air tetap terjaga dengan baik. Kelima, Pokja Penghematan dan Konservasi Energi, yang mengampanyekan penggunaan listrik secara hemat serta membangun kesadaran siswa untuk mematikan perangkat listrik saat tidak digunakan. Kelima pokja tersebut tidak hanya berjalan sebagai struktur organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan madrasah.

 

Kepala MTsN 15 Jombang, Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd.I, dalam keterangannya menegaskan bahwa Adiwiyata bukan sekadar program jangka pendek, melainkan gerakan perubahan budaya.

 

“Adiwiyata ini bukan hanya tentang penilaian atau lomba. Ini tentang bagaimana kita membentuk kebiasaan, kesadaran, dan tanggung jawab seluruh warga madrasah terhadap lingkungan,” ujarnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi seluruh unsur madrasah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan orang tua. Dalam kegiatan deklarasi tersebut, masing-masing Pokja tampil bergantian menyuarakan yel-yel mereka. Suasana menjadi lebih dinamis ketika seruan-seruan semangat terdengar di halaman madrasah, menandakan bahwa gerakan Adiwiyata tidak hanya dipahami sebagai program, tetapi juga mulai hidup sebagai budaya.

 

Beberapa yel-yel yang disampaikan menekankan pada kepedulian lingkungan, kebersamaan, serta tanggung jawab menjaga kebersihan dan kelestarian madrasah. Sorak semangat para peserta memperlihatkan bahwa pesan lingkungan mulai mengakar dalam keseharian siswa. 

 

Deklarasi ini juga menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan dari berbagai program Adiwiyata yang telah berjalan sebelumnya di MTsN 15 Jombang. Mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan kelas, penghijauan, hingga pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Dengan adanya lima Pokja yang bekerja secara terstruktur, madrasah berharap setiap program lingkungan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas sehari-hari.

 

Di akhir kegiatan, seluruh peserta deklarasi menyatakan komitmen bersama untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya ramah lingkungan di madrasah. Komitmen tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan MTsN 15 Jombang sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Dari halaman madrasah hari itu, suara yel-yel bukan sekadar seruan semangat. Ia menjadi penanda bahwa gerakan menjaga lingkungan telah menemukan bentuknya—hidup dalam kesadaran, dan bergerak dalam kebiasaan. (Anik Zahra)