Share this link via
Or copy link
Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras
MTsN 15 Jombang terus menunjukkan komitmennya dalam membekali siswa dengan pengetahuan yang utuh, seimbang antara aspek akademik, karakter, dan spiritual. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) Perspektif Islam yang dilaksanakan selama dua hari, Senin–Selasa, 15–16 Desember 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Bu Lilik Puji Astutik, fasilitator nasional PKRR, sebagai narasumber utama. Sosialisasi dilaksanakan secara terpisah untuk menjaga kenyamanan dan efektivitas penyampaian materi. Hari Senin, 15 Desember 2025, kegiatan diikuti oleh siswa putri, sedangkan hari Selasa, 16 Desember 2025, diikuti oleh siswa putra. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme.
Sejak pagi hari, para siswa telah berkumpul di ruang yang telah disiapkan oleh panitia. Suasana kegiatan terasa kondusif dan interaktif. Dalam pemaparannya, Bu Lilik Puji Astutik menyampaikan materi kesehatan reproduksi remaja dengan bahasa yang santun, edukatif, dan sesuai dengan usia peserta, serta dikaitkan secara kuat dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri, batasan pergaulan menurut Islam, serta tanggung jawab moral sebagai seorang muslim dan muslimah. Bu Lilik menekankan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi bukanlah hal yang tabu, melainkan kebutuhan penting agar remaja memiliki pemahaman yang benar dan tidak keliru dalam menyikapi masa pertumbuhan mereka.
“Islam sudah mengajarkan tentang menjaga diri, kehormatan, dan adab pergaulan. Kesehatan reproduksi harus dipahami sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah,” tutur Bu Lilik dalam salah satu sesi penyampaiannya.
Selain materi kesehatan, sosialisasi ini juga menitikberatkan pada penguatan karakter, seperti tanggung jawab, rasa malu (haya’), disiplin, serta kemampuan mengambil keputusan yang baik. Para siswa diajak untuk menyadari pentingnya membentengi diri dengan iman, akhlak, dan pengetahuan agar mampu menghadapi tantangan pergaulan di era digital.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Banyak siswa yang berani mengajukan pertanyaan seputar permasalahan remaja, baik dari sisi kesehatan maupun pergaulan, dan dijawab secara lugas namun tetap bijaksana oleh narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa siswa merasa aman dan nyaman untuk belajar serta berdiskusi.
Pihak madrasah menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Menurut salah satu guru pendamping, kegiatan sosialisasi PKRR sangat penting sebagai bekal siswa dalam menjalani masa remaja. “Kami ingin siswa MTsN 15 Jombang tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan yang dipisah antara siswa putri dan putra juga dinilai tepat, karena membuat peserta lebih fokus dan terbuka dalam menerima materi. Suasana selama dua hari kegiatan berlangsung tertib, reflektif, dan penuh kesadaran akan pentingnya menjaga diri sesuai tuntunan agama.
Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Perspektif Islam dan Penguatan Karakter ini, MTsN 15 Jombang berharap para siswa memiliki pemahaman yang benar, sikap yang bijak, serta karakter yang kuat dalam menghadapi fase remaja. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, sehat, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh tanggung jawab. (AZ)