• iconmtsn15jombang@kemenang.go.id

icon Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras

MTsN 15 Jombang Perkuat Komitmen Kelas: dari Literasi, Prestasi, hingga Program Adiwiyata

MTsN 15 Jombang Perkuat Komitmen Kelas: dari Literasi, Prestasi, hingga Program Adiwiyata

MTsN 15 Jombang Perkuat Komitmen Kelas: dari Literasi, Prestasi, hingga Program Adiwiyata

Pagi di MTsN 15 Jombang, Jumat, 22 Mei 2026, berjalan dengan suasana yang berbeda. Setelah pelaksanaan salat dhuha berjamaah dan pembacaan tahlil bersama, seluruh siswa tetap bertahan di barisan kelas masing-masing. Para wali kelas berdiri mendampingi, sementara Kepala MTsN 15 Jombang, Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd.I, menyampaikan sejumlah komitmen bersama yang menjadi penguatan budaya madrasah ke depan.

 

Kegiatan tersebut bukan sekadar pengarahan rutin. Ada penekanan yang lebih mendalam tentang bagaimana kelas tidak hanya dipahami sebagai ruang belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kebiasaan baik siswa sehari-hari.

 

Dalam arahannya, Umi Khoiriyah mengawali dengan pentingnya menjaga kekompakan kelas. Menurutnya, suasana belajar yang sehat lahir dari hubungan yang baik antarsiswa. Kekompakan bukan hanya tentang kebersamaan saat kegiatan tertentu, tetapi juga saling menjaga, saling menghargai, dan tumbuh bersama di lingkungan kelas masing-masing. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kelengkapan bank data kelas. Setiap kelas diminta tertib dalam administrasi dan pendataan siswa. Hal-hal yang tampak sederhana tersebut dinilai menjadi bagian penting dari keteraturan dan tanggung jawab bersama.

 

Perhatian khusus juga diberikan pada budaya literasi di lingkungan kelas. Kepala madrasah meminta setiap kelas menghidupkan literasi melalui media sederhana namun bermakna, seperti mading kelas dan pojok baca. Menurutnya, budaya membaca tidak bisa tumbuh secara instan, tetapi harus dibiasakan dari ruang yang paling dekat dengan siswa.

 

“Minimal ketika masuk kelas, anak-anak dekat dengan bacaan dan karya,” demikian penekanan yang disampaikan di hadapan siswa dan wali kelas.

 

Komitmen lain yang mendapat perhatian adalah kebersihan kelas. Dalam arahannya, Umi Khoiriyah mengingatkan bahwa ruang belajar yang bersih akan memengaruhi kenyamanan dan semangat belajar siswa. Karena itu, kebersihan tidak hanya menjadi tugas petugas piket, tetapi tanggung jawab seluruh penghuni kelas.

 

Namun, dari seluruh poin yang disampaikan, ada satu bagian yang terasa paling kuat nuansa penguatan karakternya, yakni tentang gerakan salat. Kepala madrasah menegaskan bahwa pembiasaan salat yang benar harus terus diperhatikan, mulai dari gerakan hingga kesungguhan dalam menjalankannya.

 

“Seseorang itu baik jika salatnya juga baik,” tuturnya.

 

Kalimat tersebut disampaikan sederhana, tetapi cukup membuat suasana menjadi lebih hening. Penekanan itu menunjukkan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga pembentukan spiritual dan akhlak siswa. Dalam kesempatan yang sama, Umi Khoiriyah juga mengingatkan pentingnya peran wali kelas. Ia menyebut wali kelas bukan hanya pengelola administrasi, tetapi pendamping utama siswa di lingkungan kelas. Karena itu, tanggung jawab wali kelas diminta dimaksimalkan.

 

“Baik buruknya murid di dalam kelas juga tergantung bagaimana wali kelas membersamai mereka,” ujarnya.

 

Kedisiplinan siswa turut menjadi perhatian. Kepala madrasah meminta siswa menjaga kerapian dan tata tertib, mulai dari penggunaan sepatu hingga kebiasaan memasukkan baju dengan rapi. Menurutnya, kedisiplinan kecil akan membentuk karakter besar dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tidak hanya siswa, para guru juga mendapat penegasan terkait kegiatan belajar mengajar. Umi Khoiriyah mengingatkan pentingnya disiplin mengajar sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Ia juga mendorong pemanfaatan media digital dalam pembelajaran agar proses belajar lebih adaptif dan menarik bagi siswa.

 

Sementara itu, program BTQ (Baca Tulis Qur’an) kembali ditegaskan sebagai salah satu program unggulan madrasah. Kepala madrasah berharap program tersebut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi hafiz dan pecinta Al-Qur’an.

 

Kegiatan pagi itu berakhir tanpa tepuk tangan meriah atau seremoni panjang. Namun pesan-pesan yang disampaikan meninggalkan kesan yang cukup kuat. Dari halaman madrasah, MTsN 15 Jombang sedang menegaskan arah: bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi tentang membangun kebiasaan baik yang tumbuh setiap hari: dari kelas, dari guru, dan dari diri siswa sendiri. (Anik Zahra)