• iconmtsn15jombang@kemenang.go.id

icon Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras

Muwaddaah MTsN 15 Jombang Jadi Ajang Apresiasi Prestasi dan Literasi

Muwaddaah MTsN 15 Jombang Jadi Ajang Apresiasi Prestasi dan Literasi

Muwaddaah MTsN 15 Jombang Jadi Ajang Apresiasi Prestasi dan Literasi

Suasana MTsN 15 Jombang pada Rabu, 20 Mei 2026, terasa berbeda sejak pagi. Deretan kursi tertata rapi. Para wali murid datang dengan wajah penuh harap, sementara siswa kelas IX tampak sibuk menyembunyikan gugup di balik senyum mereka. Namun ketika acara Muwaddaah dan Tasyakuran Kelas IX MTsN 15 Jombang dimulai, suasana perlahan berubah menjadi lebih emosional. Haru hadir tanpa perlu dipaksa. Bukan sekadar acara pelepasan, muwaddaah tahun ini terasa seperti penanda perjalanan panjang: tentang tumbuh, belajar, jatuh bangun, lalu sampai di titik akhir masa belajar di tsanawiyah dengan versi diri yang berbeda.

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Dr. Arif Hidayatulloh, M.Pd.I, Kasi Pendma Kemenag Kab. Jombang, Pengawas Madrasah, Kepala MTsN 15 Jombang Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd.I, perangkat desa, ketua yayasan, komite madrasah, dewan guru, hingga seluruh wali murid kelas IX. Acara dibuka dengan pembacaan tahlil, doa bersama, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Suasana hening menyelimuti ruangan. Di tengah kekhidmatan itu, satu per satu orang mulai menyadari bahwa pertemuan yang selama ini terasa biasa, perlahan sedang menuju perpisahan.

 

Dalam sambutannya, Arif Hidayatulloh memberikan apresiasi terhadap konsistensi MTsN 15 Jombang dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga karakter dan literasi siswa.

 

“Kelulusan ini bukan akhir, tetapi awal untuk mengamalkan ilmu dan menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya di hadapan para siswa.

 

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi cukup untuk membuat banyak siswa terdiam. Sebab hari itu, mereka tidak hanya menerima ucapan selamat lulus, tetapi juga pengingat tentang tanggung jawab setelahnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala MTsN 15 Jombang, Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan tiga tahun yang telah dilalui bersama. Ia menyebut keberhasilan siswa hari ini tidak lahir sendirian, melainkan dari kerja sama banyak pihak: guru, orang tua, dan lingkungan madrasah yang saling menguatkan.

 

“Jaga nama baik almamater. Teruslah belajar dan jangan berhenti bermimpi,” tuturnya dengan suara yang beberapa kali terdengar bergetar.

 

Namun ada satu bagian yang membuat muwaddaah tahun ini terasa lebih istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tengah rangkaian acara, MTsN 15 Jombang meluncurkan buku kumpulan puisi dan cerpen karya siswa kelas IX. Buku tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya melahirkan siswa yang mampu mengerjakan soal ujian, tetapi juga anak-anak yang berani menulis, menyuarakan gagasan, dan menyimpan jejak pikirannya dalam karya.

 

Peluncuran buku dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan oleh Plh. Kemenag Jombang dan Pengawas Madrasah. Tepuk tangan pun pecah memenuhi ruangan. Sebagian siswa terlihat saling tersenyum kecil, mungkin karena tulisan yang dulu hanya tersimpan di buku catatan, kini benar-benar menjadi sebuah buku. Suasana paling emosional hadir ketika perwakilan siswa kelas IX maju menyampaikan salam perpisahan. Kalimat-kalimat yang diucapkan terdengar terbata. Beberapa guru mulai menunduk diam, sementara wali murid tampak mengusap mata.

 

“Kami akan membawa semua pelajaran dan nilai yang diajarkan di madrasah ini ke jenjang berikutnya,” ucap Nabila, perwakilan siswa dengan suara yang nyaris pecah.

 

Ucapan terima kasih juga datang dari wali murid. Mereka menyampaikan apresiasi atas kesabaran para guru yang selama ini mendampingi anak-anak mereka bertumbuh, bukan hanya secara akademik, tetapi juga akhlak dan kedisiplinan. Sementara itu, Ketua Yayasan PP Al-Asy’ari, Kiai H. Abdul Gholib Sulhi, M.Pd.I, menitipkan pesan agar para lulusan tetap menjaga nilai-nilai keislaman di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.

 

“Jadilah anak-anak yang berilmu, beradab, dan tetap mencintai ngaji,” pesannya singkat, tetapi terasa dalam.

 

 

Menjelang akhir acara, prosesi pelepasan siswa dilakukan secara simbolis oleh Kepala Madrasah, dilanjutkan pembacaan SK kelulusan dan penyerahan penghargaan bagi siswa berprestasi. Wajah-wajah bangga bercampur haru memenuhi ruangan. Muwaddaah itu akhirnya selesai. Namun seperti banyak perpisahan lainnya, yang tertinggal bukan hanya dokumentasi atau rangkaian acara. Ada kenangan, doa, dan jejak perjalanan yang akan dibawa pulang oleh setiap siswa. Dari MTsN 15 Jombang, mereka kini melangkah dengan tiga bekal yang tidak ringan: ilmu, akhlak, dan keberanian untuk berkarya. (Anik Zahra)