Share this link via
Or copy link
Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras
Estafet kepemimpinan siswa di MTsN 15 Jombang kembali bergulir. Melalui apel pagi, pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 15 Jombang Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi dilantik untuk mengemban amanah dan menjalankan berbagai program kesiswaan selama satu tahun ke depan.
Apel pelantikan berlangsung di halaman MTsN 15 Jombang dan diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Suasana berlangsung tertib dan khidmat ketika jajaran pengurus OSIM yang baru berdiri di hadapan peserta apel untuk mengikuti prosesi pelantikan.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala MTsN 15 Jombang, Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd.I. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa menjadi pengurus OSIM bukan sekadar mendapatkan posisi dalam sebuah organisasi. Lebih dari itu, kepengurusan merupakan ruang belajar untuk bertanggung jawab, bekerja sama, mengambil keputusan, dan memberi manfaat bagi lingkungan madrasah.
Menurutnya, organisasi siswa menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter kepemimpinan. Siswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu belajar berkomunikasi, mengelola kegiatan, menghargai perbedaan pendapat, serta menyelesaikan persoalan bersama.
“Menjadi pengurus OSIM berarti siap menjadi contoh bagi teman-temannya. Amanah ini harus dijalankan dengan tanggung jawab, disiplin, dan keteladanan,” pesan Dra. Umi Khoiriyah kepada para pengurus yang baru dilantik.
Prosesi pelantikan menjadi penanda dimulainya tugas kepengurusan baru. Para pengurus mengucapkan ikrar dan janji untuk menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh. Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap jabatan selalu berjalan bersama tanggung jawab. Bagi MTsN 15 Jombang, OSIM bukan sekadar pelaksana kegiatan siswa. Organisasi ini menjadi salah satu ruang pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi kepemimpinan sekaligus mendukung berbagai program madrasah.

Pengurus OSIM nantinya akan terlibat dalam beragam kegiatan, baik yang berkaitan dengan bidang keagamaan, akademik, seni, olahraga, kebersihan lingkungan, maupun kegiatan sosial dan pengembangan karakter siswa. Pengalaman mengelola kegiatan juga diharapkan dapat melatih siswa untuk bekerja secara terencana. Mulai dari menyusun program, membagi tugas, berkoordinasi dengan pembina, hingga melakukan evaluasi setelah kegiatan selesai.
Kepala madrasah juga mengingatkan agar pengurus OSIM mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh siswa. Organisasi, katanya, bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang paling berkuasa, melainkan ruang untuk belajar melayani dan bekerja bersama.
Pelantikan pengurus OSIM tahun pelajaran 2026/2027 pun menjadi awal dari perjalanan baru. Di pundak para pengurus, ada berbagai program yang menanti untuk diwujudkan. Ada ide yang harus diterjemahkan menjadi kegiatan, ada persoalan yang perlu dicarikan jalan keluar, dan ada harapan teman-teman yang harus didengar.
Bagi para pengurus, satu tahun ke depan bukan sekadar masa menjalankan program. Ini adalah kesempatan untuk belajar menjadi pemimpin sejak dini. Sebab kepemimpinan tidak selalu dimulai dari panggung besar. Kadang, ia tumbuh dari halaman madrasah, dari sebuah apel pagi, dari keberanian menerima amanah, dan dari kesediaan untuk bekerja ketika tidak semua orang melihat. (Anik Zahra)