Share this link via
Or copy link
Jl. Pondok Pesantren Al-Asy'ari Keras
Tidak semua perpisahan hadir dengan kehilangan. Ada yang justru datang dengan rasa utuh, karena yang ditinggalkan adalah jejak dan yang disambut adalah harapan. Suasana itulah yang terasa dalam acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala MTsN 15 Jombang, yang digelar pada Selasa, 28 April 2026.
Sejak siang yang cukup terik, halaman dan ruang acara madrasah telah dipenuhi tamu undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag., jajaran pejabat Kemenag, pengawas madrasah, komite, kepala lembaga di lingkungan Al-Asy’ari, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 15 Jombang. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi penanda bahwa momen ini memiliki arti penting bagi perjalanan madrasah.
Acara dibuka dengan nuansa khidmat melalui lantunan Indonesia Raya dan Hymne Madrasah, diikuti doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Zuhdi. Suasana hening sejenak, seolah memberi ruang bagi setiap hati untuk menyadari bahwa yang sedang berlangsung bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi peralihan amanah.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah lama, H. M. Makhi, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan refleksi perjalanan selama memimpin MTsN 15 Jombang. Tidak banyak kata yang berlebihan, namun cukup untuk menggambarkan dedikasi, kerja keras, dan kebersamaan yang telah dibangun. Ada nada haru yang tak bisa disembunyikan, tetapi juga kelegaan karena amanah telah dijalankan dengan sebaik mungkin.
Jejak kepemimpinan itu kemudian disambut oleh Kepala Madrasah yang baru, Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia membawa semangat baru: tentang keberlanjutan, kolaborasi, dan komitmen untuk melanjutkan apa yang telah dirintis. Tidak ada janji yang muluk, tetapi ada keyakinan bahwa madrasah ini memiliki fondasi kuat untuk terus berkembang.
Penguatan arah disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan adalah bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Yang terpenting bukan siapa yang memimpin, tetapi bagaimana amanah itu dijalankan dengan integritas, tanggung jawab, dan keberpihakan pada mutu pendidikan.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, yang berlangsung tertib dan khidmat. Dokumen berpindah tangan, tetapi sesungguhnya yang berpindah adalah tanggung jawab, kepercayaan, dan harapan besar yang menyertai perjalanan MTsN 15 Jombang ke depan.
Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan tali asih kepada Kepala Madrasah lama dan Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan unit MTsN 15 Jombang. Momen ini menjadi ruang emosional yang berbeda. Musikalisasi puisi yang mengiringi penyerahan tersebut menghadirkan suasana yang lebih dalam: hening, hangat, dan penuh penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan. Tidak semua kenangan bisa diucapkan, tetapi terasa jelas dalam suasana.
Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah. Tawa mulai mengisi ruang, percakapan ringan mengalir, dan suasana perlahan kembali cair. Namun, makna dari hari itu tetap tinggal: bahwa setiap kepemimpinan adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah lembaga.
Pisah sambut ini bukan sekadar pergantian nama di papan jabatan. Ia adalah pengingat bahwa madrasah dibangun oleh orang-orang yang datang dan pergi, tetapi nilai dan semangatnya harus tetap hidup. Dari tangan yang melepas, hingga tangan yang menerima, ada satu benang merah yang dijaga—pengabdian.
Dan di MTsN 15 Jombang, hari itu menjadi penanda bahwa perjalanan tidak berhenti. Ia hanya berganti arah, dengan langkah yang terus dilanjutkan. (Anik Zahra)